Liburan Kita Yang Indah
” Ditempat ini kita bersama, berada dipuncak mendekati langit. Kakak mengganggam tanganku dan aku menggenggam tangan kakak. Selalu lah bersamaku, kak. “
Aku mengingat dan masih mengingat kita menikmat hari-hari dimana kita menghabiskan waktu berdua. Tidak ada rasa cemas, kuatir, takut atau apapun yang menyelimuti hati, kecuali rasa bahagia karena kita bersama.
Aku ada di dekat kakak dan kakak ada didekatku, apalagi yang harus aku kuatirkan? Bahkan, jika memang harus matipun aku siap jika ada kakak bersamaku. Setidaknya, wajah terakhir yang kulihat adalah wajah kakak. Orang yang aku sayangi juga begitu menyayangiku. Aku tau itu, aku tau pasti kakak sangat menyayangiku, bukankah begitu?
Kini, liburan telah berakhir dan aku kembali menjalani hari-hariku sendiri, tahukah kakak? aku merasa bahwa aku ingin mati saja atau seenggaknya aku merasa hidupku tidak akan lama lagi karena aku mulai lelah menjalani hari-hariku yang terasa berat sekali. Sangat berat hingga aku kadang mengeluh “Tuhan, sudahi saja hidupku ini, biarkan aku pulang dan meringankan sedikit saja bebanku” ya, kak.. aku lelah sekali.
Aku sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa, aku merasa gamang, aku merasa tidak memiliki pegangan, aku merasa goyang, aku merasa sangat depresi dalam lamun, dalam diam, dalam lelah, dalam sunyinya malam bahkan dalam bisingnya dunia ini, aku hilang.
Aku merasa kekuatanku hampir habis kak, aku tidak tahu sampai berapa lama lagi aku bertahan. Aku merasa hidupku berbeda dari orang, memang. Tapi, baru kali ini aku merasa segini beratnya menjalani hidup. Aku ingin mati saja, kak. Jika tidak, aku ingin pergi ketempat yang jauh, tempat dimana tidak ada seorangpun yang akan menemukanku. Aku ingin hidup jauh, tanpa seorangpun yang akan memandangku sinis, mencibirku dengan gurauan satir dan menghancurkanku dengan kalimat-kalimat yang menyakitiku.
Kenapa liburan kita harus berakhir dan aku kembali dalam kehidupanku yang kelam, yang untuk membuka matapun rasanya aku sangat berat. Aku lelah.
Kak, ingat nggak kita selalu ketawa, bercanda, berpelukan, berpegang tangan setiap detik ketika kita bersama. Lalu, semua itu sekarang hilang begitu saja. Aku disini dan kakak disana. Tidakkah waktu begitu kejam pada kita, kak?
Aku ingin kita bersama lagi seperti saat kita liburan, hanya itu saja yang aku mau saat ini. Kakak, saat ini, aku butuh kehadiranmu disini, disampingku. Mungkin hanya itu yang mampu mengobatiku saat ini. Aku butuh kamu, kak. Sebelum aku benar-benar mati dan tidak pernah bisa lagi memeluk dan menggenggam erat tanganmu.
Love,
Your Sister.